Sinopsis Beintehaa Episode 69

https://2.bp.blogspot.com/-Y-wMJyBYfIg/VkIhoI5C6dI/AAAAAAAADlw/2GKcqvqJgME/s320/

Sinopsis Beintehaa Episode 69 - Di pagi hari, Zain terbangun akibat sinar matahari tepa jatuh di wajahnya, dia melihat sinar matahari itu juga jatuh di wajah Aaliya, dia mencoba untuk melindungi wajah Aaliya dengan tangannya, tak lama Aaliya bangun dan melihat kalau dia sedang mengenakan jaket Zain, Zain mengatakan “ayo kita pergi, Aaliya mengangguk, lalu mereka berdua pergi meninggalkan gubuk itu,
Mereka sampai di rumah, Fahad dan Usman melihat mereka telah kembali, Fahad mengatakan “nenek moyang telah memberitahu apabila 2 orang dibiarkan bersama, maka mereka akan menjadi teman baik atau musuh, tapi mereka berdua kembali secara diam-diam, Usman mengatakan “aku merasakan sesuatu yang baik tentang mereka, kita harus mengetahuinya, lalu mereka bergerak kekamar Zain dan Aaliya,
Zain merasa kalau punggungnya sakit, lalu dia berbaring di tempat tidur, melihat itu Aaliya mengatakan “kau harus melepaskan kaosmu, Zain mengatakan “apakah kau ingin melihat tubuh ku, dan kau memberitahunya secara langsung, Aaliya mengatakan “tubuhmu terlihat seperti batang korek api, kau harus melepaskan kaosmu, aku akan mengoleskan balsam, Aaliya memaksanya dan membantunya untuk melepaskan kaosnya, lalu Aaliya mengoleskan balsem di punggung Zain, setelah selesai, Aaliya memakaikan kembali kaosnya dan membuat Zain tidur di tempat tidur, jangan bangun sebelum kau merasa lebih baik, lalu Aaliya pergi, kemudian mereka berdua mulai mencari tahu kesalahan masing-masing, mereka kemudian berpikir apa yang terjadi pada mereka, mereka saling memikirkan satu sama lain, Aaliya mengatakan “dia tidak terlalu buruk, tapi dia juga tidak baik, apakah aku akan mencintainya?, tidak, tidak akan ada kesempatan,
Di Bhopal, Rizwan sampai di rumah Shabana, Shabana bertanya “ada apa kau datang kesini, Rizwan mengatakan “aku datang ke Bhopal untuk pekerjaan, aku kesini untuk bertemu dengan kalian, lalu Shabana memintanya masuk, tak lama Aayath datang dan memberi salam padanya, Shabana mengatakan “duduklah, aku akan menyiapkan makanan dalam 30 menit, lalu dia pergi, Aayath berkata pada Rizwan “ibu akan mempersiapkan makanan dengan baik, Rizwan mengatakan “bahkan kau juga memasak makanan dengan baik, lalu Rizwan menyeka tepung yang ada di wajah Aayath, Aayath mengatakan “aku sedang membuat adonan, lalu meminta Rizwan masuk,
Aaliya datang dan duduk di meja makan, Aaliya bertanya pada Usman “dimana ibu?, Usman mengatakan “dia sedang tidak baik, jadi dia tidak datang, Fahad mengatakan “ayah harus mengatakan pengalaman ayah ketika jatuh cinta, Usman mengatakan “ketika orang jatuh cinta, mereka tidak akan makan dan mereka akan merasakan perubahan dalam lingkungannya, tak lama Zain datang dan menyapa Usman dan Fahad, lalu dia duduk disebelah Aaliya untuk sarapan, Usman dan Fahad melihatnya secara diam-diam, Zain bertanya “mengapa hari ini kalian hanya diam?, Usman mengatakan “ini damai, bukan diam, kau sering mendengarkan musik bahasa Inggris, sehingga kau merasa kalau ini diam, istri mu telah menyiapkan makanan yang sangat lezat, Fahad meminta Aaliya untuk melayani makanan untuk Zain, Aaliya melakukannya, Usman dan Fahad melihat mereka dengan bersemangat, Zain mulai makan, Zain merasa kepedasan,
Fahad bertanya pada Zain “apakah makanan lezat?, Zain mengangguk, Fahad kemudian berkata pada Usman “ayah, aku tahu kalau Zain tidak akan makanan seperti ini, Aaliya bertanya pada Zain “apakah ini pedas?, Zain mengatakan “tidak, Usman mengatakan “aku piker itu telalu pedas, Aaliya kau harus melayani Zain dengan kari, Zain minum air, Usman dan Fahad membuat alasan untuk pergi dari sana, Aaliya memberikan khidir pada Zain, Zain menyukainya, Zain mengatakan “aku sudah kenyang, makanan yang sangat lezat, Aaliya bertanya “bagaimana sakit punggung mu?, Zain mengatakan “sudah lebih baik sekarang, lalu Zain pergi, Chandbibi meminta Aaliya untuk makan, Aaliya mengatakan “aku tidak lapar, Chandbibi mengatakan “hubungan kalian sedikit telah berubah, Aaliya bertanya “bagaimana?, Chandbibi mengatakan “yang berubah dirimu atau Zain?, lalu dia pergi,
Fahad bertanya pada Usman “apakah yang kita lihat tadi adalah pertanda baik?, Usman mengatakan “itu adalah tanda cinta, lalu mereka berdua tertawa,
Gowhar datang mencari Rizwan, dia bertanya pada ppembantu tentang Rizwan, pembantu itu mengatakan “Rizwan telah pergi keluar, kemudian Gowhar ingat kalau Rizwan mengatakan kalau dia akan keluar selama 3-4 hari, Gowhar mengatakan “bagaimana aku akan hidup tanpa dia selama 3-4 hari mulai sekarang, tiba tiba dia bertabrakan dengan Nafisa, Gowhar meminta maaf, Nafisa mengatakan “Its Ok, kau terlihat seperti sedang mencari seseorang, apakah kau melihat Rizwan, Rizwan sekarang lebih percaya pada mu dibanding padaku, Gowhar mengatakan “aku tidak melihat dia dari pagi, dia keluar selama 3-4 hari, Nafisa mengatakan “apa yang sudah kukatakan, dia lebih percaya padamu lebih dari pada ku, kau yang telah memberitahuku kalau dia keluar, Gowhar mengatakan “dia adalah saudara mu dan akan selalu begitu, lalu dia pergi, Nafisa mengatakan “kau telah memberitahu yang benar, Rizwan akan selalu menjadi saudaraku, lalu dia menelpon Rizwan, Rizwan melihat teleponnya, tapi dia tidak menjawabnya karena Shabana dan Aayath sedang ada bersamanya, Nafisa mengatakan “mengapa dia tidak menjawab telepon ku?, Shabana bertanya “siapa yang ada di keluargamu?, Rizwan mengatakan “orang tua ku telah meninggal sejak lama, Shabana berdoa untuk orang tuanya, Rizwan mengatakan “aku sendirian setelah kak Nafisa menikah, Shabana mengatakan “kau harus menemukan seorang gadis yang baik, kau harus menikah, Rizwan mengatakan “hanya orang baik yang akan mendapatkan gadis-gadis yang baik, Shabana mengatakan “kau sangat baik, Allah akan memberi padamu gadis yang sangat baik, Rizwan melihat Aayath dan berterima kasih pada Allah karena telah menemukan seorang gadis yang baik untuknya, tapi Aayath harus mengetahui tentang hal itu,
Zain mengatakan pada dirinya sendiri “mengapa Aaliya merasa malu padaku, itu sangat tidak cocok untuknya, disisi lain Aaliya juga mengatakan “dia selalu bicara padaku dengan berani, tapi mengapa sekarang dia gugup?, Zain mengatakan “aku harus berbicara dengannya hari ini, jika dia memiliki kesalahpahaman, aku harus membersihkannya, di mana dia sekarang, Aaliya mengatakan “bagaimana aku akan pergi kehadapannya, aku merasa aneh, aku harus pergi karena aku tidak bisa tinggal diam sepanjang malam, mengapa aku takut kalau Zain merasa takut, aku akan pergi, Aaliya ingin pergi, tapi tiba tiba dia melihat seseorang, dia mulai mengikuti orang itu dan memanggilnya Aaliya bertanya “siapa yang ada disana? - Sinopsis Beintehaa Episode 70.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Beintehaa Episode 69

0 komentar:

Posting Komentar