Sinopsis Beintehaa Episode 72

https://2.bp.blogspot.com/-Y-wMJyBYfIg/VkIhoI5C6dI/AAAAAAAADlw/2GKcqvqJgME/s320/

Sinopsis Beintehaa Episode 72 - By : ‪#‎RS -‬ dikamar, Zain bertanya pada Aaliya “bagaimana kita bisa yakin kalau orang itu memberitahu kebenarannya?, tiba tiba Usman datang dan meminta Zain untuk ikut dengannya,
Shaziya panggilan baba bengali ke kamarnya, Fahad melihat baba dan bertanya pada Shaziya “mengapa kau memanggilnya ke kamar tidur kita?, Baba berkata pada Fahad “anda memiliki pengaruh pada diri mu, lalu Baba mulai melakukan ritual, Fahad mengangkat Baba dan menendangnya keluar dari kamar mereka, Fahad marah pada Shaziya,
Gowhar melihat Baba dan bertanya “apakah anda bisa membantu ku untuk mendapatkan seorang pria agar tunduk padaku?, Baba memberinya sesuatu dan mengatakan “Kau harus memberikan itu pada orang yang ingin anda tundukkan, Gowhar senang mendengarnya, lalu dia memanggil Rizwan untuk memberikannya,
Usman sedang berada di rumah sakit bersama dengan dokter, Dokter memuji Usman karena telah membantu orang miskin, tiba tiba ada seseorang yang mencurigakan, Usman melihat orang itu, Usman terkejut melihatnya, Usman teringat ketika orang itu menculik anaknya, Usman memanggil orang itu sebagai Meer, Meer pergi meninggalkan Usman, Usman mengikutinya dari belakang, Zain melihat Usman yang sedang mengikuti seorang pria, Zain menghampiri Usman dan bertanya “Ayah, siapa orang itu?, Usman mengatakan “tangkap dia, Meer berhasil keluar dari rumah sakit, mereka keluar dari rumah sakit mencari Meer, Meer bersembunyi di balik mobil, Usman melihatnya dan memberitahu Zain, Zain mengejarnya, Zain kehilangan jejaknya, tiba tiba Meer datang dan memegang kerah Zain, Meer bertanya “Zain Abdullah, apakah kau sudah bertanya pada Usman tentang rahasia Barkath?, Usman tidak akan pernah mendapatkan Barkath, Zain bertanya “apakah kau orang yang menelpon itu?, Meer melihat truk yang sedang melintas, Meer mendorong Zain dan berniat untuk membunuhnya, tapi Aaliya datang dan menyelamatkan Zain, Meer melarikan diri, Zain terharu melihat Aaliya, Aaliya bertanya “apakah kau tidak apa apa?, Zain mengangguk, mereka mencari cari Meer tapi Meer sudah tidak ada,
Di Bhopal, Aayath sedang mencari cari buku hariannya, tak lama Shabana datang, Aayath bertanya padanya tentang bukunya, Shabana mengatakan “bagus kalau buku itu hilang, maka sekarang kau bisa menghabiskan waktu dengan orang tuanmu, Shabana marah dan pergi keluar, Aayath mengatakan “pasti Rizwan yang mengambil buku harian itu, Aayath menelpon Rizwan dan bertanya “di mana buku harianku?, Rizwan sedang memegang buku hariannya dan bertanya “apakah buku harian itu memiliki gambar kartun?, aku melihatnya di kamar mu ketika aku datang ke sana, Aayath marah dan menutup teleponnya, Rizwan mengatakan “maaf karena aku membuatmu mencuri buku harian mu,
Usman datang kerumah dengan wajah marah, Surayya bertanya padanya, tapi Usman tidak mendengarkannya, tak lama Zain datang dan bertanya pada Usman tentang Barkath, Surayya terkejut mendengar itu dan pergi menghampiri Usman, Usman berkata pada Surayya “Meer, Zain mengatakan “Meer mengetahui semua orang yang ada disini, dia mengetahuinya secara rinci, dia juga mengatakan kalau kita tidak akan mendapatkan Barkath kembali, Zain bertanya pada semua orang “siapa Meer, aku sekarang telah dewasa, kalian harus percaya padaku, kenapa pakaian dan mainan ada di sumur, apakah pembunuhan telah terjadi?, Surayya menangis dan mengatakan “Barkath adalah putri ku, dia masih hidup, semua orang terkejut mendengarnya, Surayya mengatakan “Meer tidak bisa membunuh putri ku, Usman meminta Surayya untuk tidak menangis dan mengatakan “Barkath aman,
Surayya menunjukkan sebauh kursi dan mengatakan “Barkath selalu menggunakan ini untuk bermain, dia selalu mendengarkan cerita dari ayahnya di kursi ini, dia selalu tersenyum bahkan gema di telinganya, Usman mencoba untuk menenangkannya, seluruh keluarganya datang dan memeluknya, Usman mengatakan “Barkath sangat nakal, lalu mereka teringat kennagan indah tentang Barkath, tiba tiba Usman memanggil nama Barkath, semua orang sedih mendengarnya, Bersambung ke Sinopsis Beintehaa Episode 73.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Beintehaa Episode 72

0 komentar:

Posting Komentar